Menguji Performa Asus Eee PC 900, Si Mungil Gesit

Tak disangka, benar-benar menyenangkan menggunakan notebook mungil (netbook, UMPC – ultra mobile PC) berwarna putih higienis besutan Asus ini. Layarnya memang hanya 8,9", namun relatif memadai. Browsing Internet tidak lagi perlu disibukkan dengan gulung-menggulung layar ke arah kiri, kanan, atas, & bawah, seperti dalam versi pendahulunya, Asus Eee PC 701 yg layarnya ukuran 7”.

Memang kita permanen harus rol ke atas & ke bawah, tetapi nir harus ke kiri & kanan lagi lagi. Pada resolusi 1024x600, tampilan satu layar penuh cukup nyaman dicermati. Namun bila mau, Anda boleh menaikkannya hingga 1024x768, walaupun buat bidang pandang yang lebih luas ini Anda harus berkorban: melakukan lebih poly scrolling atas/bawah/kiri/kanan.

Cukup nyaman pula mengetik dalam Asus Eee PC 900 yang kini   mengemaskan sistem operasi Windows XP Home Edition ini (kami mengetik ulasan ini menggunakan Asus Eee PC 900). Jarak antar tombolnya tidak terlalu kedap, sebagai akibatnya jari-jemari tangan kita tidak perlu berdesak-friksi waktu mengetik. Tentu apabila jari Anda gemuk, ketenangan mengetik sedikit poly akan terganggu.

Yang jua baru di sini adalah touchpad, yang disebut Smart Pad. Smart Pad protesis Elantech ini tidak cuma berfungsi menjadi pointer ala mouse, namun pula mampu digunakan buat men-zoom in dan out. Caranya, letakkan dua ujung jari -- telunjuk & jari tengah -- merapat pada bagian atas Smart Pad, lalu kembangkan kedua jari tadi buat menerima efek zoom-in. Untuk pengaruh sebaliknya, zoom-out, geser ke 2 ujung jari tersebut sampai merapat.

Tidak cuma itu. Scroll (rol-menggulung) pun bisa dilakukan pada permukaan Smart Pad tadi. Tetap menggunakan mengandalkan 2 ujung jari - telunjuk & jari tengah. Tapi kali ini keduanya diposisikan saling merapat, lalu dorong ke atas atau ke bawah. Benar-benar gampang dan mudah. Scroll ini berlaku pada seluruh pelaksanaan.

Kendati fisik notebook mungil, kira-kira seukuran sebuah kitab  , fasilitas yang dikemaskan cukup lengkap: koneksi nirkabel Wi-Fi yg diaktifkan/dimatikan via penekanan kombinasi tombol Fn-F2, WebCam 1,3 megapixel yang terpasang tepat pada bagian tengah atas panel layar LCD. Di sisi kiri kamera masih ada 'lubang' yang adalah mikropon.

Bagian belakang memang hanya menampilkan jack DC-in dan loka buat menyarangkan batere Li-Ion. Sementara itu bagian depan unit juga tampil bersih, tanpa terdapat slot/port apa pun. Memang Untuk urusan koneksi, disediakan tiga port USB yang terpisah letaknya: satu di sisi kiri dan 2 pada kanan. Selain sebuah port USB, pada sisi kiri jua masih ada masing-masing satu port buat LAN, dan satu jack buat headphone & satu lagi buat mikropon eksternal.

Sedangkan pada sisi kanan unit masih ada card reader yang mampu membaca kartu memori tipe Sekolah Dasar/SDHC/MMC, dua port USB, & satu port VGA-out. Ke pada slot SD pada sisi kanan tadi, kami tambahkan sebuah kartu SDHC Class 6 8GB yg secara khusus diproduksi A-Data buat Asus Eee PC ini.

Kami jua menancapkan USB flash disk A-Data S701 8GB yang pula spesifik dibentuk buat Asus Eee PC ini sebagai tambahan storage. Agar padu dengan rona casing Asus Eee PC 900 yang putih bersih, SDHC 8GB dan USB flash disk 8GB protesis A-Data itu pun berwarna senada, alias putih.

O ya, selain sistem operasi Windows XP Home Edition, pada dalam notebook ini telah terpasang antara lain program pemutar DVD XPack Mini DVD Player, Adobe Reader 8, StarSuite, Microsoft Works,Skype, Windows Live Mail. Keras, dan relatif bulat pada volume aporisma. Ini kendati letak sepasang speaker-nya relatif aneh, pada bagian bawah unit, tepat pada bawah palmrest.

Secara spesifikasi, sebenarnya Asus Eee PC 900 ini nir tidak sama jauh menggunakan pendahulunya, Asus Eee PC 701. Prosesornya tetap Intel Celeron 900MHz, bukan Intel Atom seperti yg ditunggu-tunggu banyak peminatnya, menggunakan motherboard berbasis 915GM.

Sedangkan secara kinerja, notebook mungil ini relatif baik. Berkat tambahan memori yg 2 kali lipat versi pendahulunya, responnya lebih cepat. Kita bisa melakukan beberapa pekerjaan secara simultan, contohnya browsing Internet sambil nonton film. Akan namun – karena layarnya yg sempit & pula keterbatasan ruang simpan (Asus memakai SSD – solid state disk) – notebook ini nir ideal buat diajak bermain game.

Sesungguhnya Asus Eee PC 900 sudah menyenangkan semenjak awal dikeluarkan menurut kardusnya yg mudah dan kompak itu. Fisiknya yg putih higienis terlihat mewah, elegan. Mungil dan ringan sebagai akibatnya dengan nyaman mampu dibawa-bawa, termasuk dimasukkan ke dalam tas tangan. Menggunakannya pun ternyata membuat hati senang . Mata nir lelah, jari-jari relatif bebas beranjak. Fasilitasnya cukup lengkap.

Pendek kata, selesainya menggunakannya seharian, terus terperinci kami menjadi ketagihan, walaupun palmrest-nya lalu terasa lumayan panas (karenanya sangat nir disarankan buat memangku Asus Eee PC 900 ini). Kebebasan buat bekerja pada mana saja, termasuk di taman, pasti akan lebih menyenangkan lagi andaikata daya tahan baterenya sanggup lebih usang. Saat menggunakannya untuk mengetik, kami bisa bekerja selama 1 jam 49 mnt sebelum harus mengisi ulang daya baterenya.

Sayang waktu ini PT Asus Indonesia masih merahasiakan harga notebook mungil yg dijanjikan akan segera meluncur itu. Satu lagi, dari Asus Indonesia, Eee PC 900 yang akan dijual pada tanah air akan mengemaskan batere berkapasitas 5800mAh. Dengan istilah lain daya tahannya pasti lebih lama   dibandingkan yg kami coba (4400mAh).

Click to comment